Sudah Bayar Utang Mencapai Separuh Aset Tetap Dilelang, Nasabah Bank Mandiri Lakukan Gugatan

Surabaya, JejaringPos.com – Mengalami permasalahan dengan Bank Mandiri, Royce Muljanto selaku nasabah prioritas yang merasa dirugikan tampak akan terus melawan, Royce mengklaim tak terima jika rumah yang dianggap bernilai tinggi dilelang murah begitu saja.
Pria yang mengaku sebagai putra Mahkota dari kerajaan Liek Motor Toyota itu terus membuat konten youtube melalui akun “Henry Tanoto TAM” karena merasa kecewa tidak ditemui oleh pimpinan bank.
Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan telah melayangkan Gugatan perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH), di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melalui kuasa hukumnya pengacara Dwi Oktorianto,SH,M.Kn.
“Bukti pendukung jelas fasilitas 4.4 jadi cuma 2.9 berarti pasti ada pembayaran sehingga berkurang. Mandiri tidak pernah boleh melelang asset Nasabah yang mampu Recovery. Mandiri menolak sebab jaminan saya 10 M dan sisa pokok hutang tinggal 2.9 M jadi Oknum Bank Mandiri Ricko butuh prestasi dia pasti memilih asset yang bisa dilelang dengan harga murah karena pokok hutangnya kecil tapi kualitas jaminannya tinggi. Gugatan Perdata melalui Pengacara Dwi Oktorianto,”ungkapnya, Kamis (30/5).
Sementara pihak Bank Mandiri cabang Diponegoro Surabaya, Imam melalui nomor kontak whatsapp 08111034334 dan Agus Yulianto 085242572004 termasuk pimpinan, Ketika dihubungi untuk konfirmasi belum memberikan komentarnya, Namun JejaringPos sempat menerima pesan informasi yang meminta pada tim pegawai mandiri lainnya.
“Selamat Pagi, Bpk.Kurnia, Pak Ricko,Pak Adib,Ibu Eka,Pak Barli,Pak Agu,Bu Yomi Terlampir wa dari yang mengaku dari jejaring post barusan.Mohon arahan,”isi pesan forward yang diterima tampak pimpinan bank mandiri telah mengetahui pesan konfirmasi dari media. Jumat (31/5).
Untuk diketahui, Nasabah prioritas bank mandiri tersebut sebelumnya mengungkapkan bahwa saat diberikan pinjaman kredit oleh bank mandiri pada september 2020 itu sebesar Rp.4,4 M (Miliar) dengan jaminan aset rumah 10 M (pengakuan royce).
Pada saat itu butuh hanya Rp .4 M tapi karena dipercaya akhirnya dikasih Rp.4,4 sampai 2022 itu sudah dibayar Rp.1,5 M jadi tinggal 2,9 M namun dikarenakan belum membayar angsuran beberapa kali, Pihak bank langsung melelang aset nasabah.
Jhon



