HukumPemerintah

Warga Resah ‘Preman’ Berkeliaran, Lebaran di Jatim Belum Aman?


Foto: Suasana malam hari disekitar luar terminal purabaya

Jawa Timur, Jejaringpos.com – Diduga adanya pembiaran terhadap ulah ‘Preman’ yang berkeliaran, tepatnya disekitar pintu masuk Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo, Situasi masih lebaran H + 3 saatnya arus balik pemudik, Sayangnya tak terlihat adanya aparat keamanan yang berjaga.

Padahal masih terdapat preman yang diduga telah lama bekerja dilingkungan tersebut, juga mengatakan bahwa ada peraturan jika Taxi Online tidak diperbolehkan mengambil penumpang disekitarnya.

Permasalahan ini terjadi pada malam hari, Yang dialami pada keluarga seorang wartawan dari Media Jejaringpos.com bernama Jhon Ferry, Dirinya dan keluarga merasakan kekecewaan saat turun dari Bis didalam Terminal Purabaya, usai tiba dari perjalanan arus balik mudik dari salah satu daerah di Jawa Timur.

Selanjutnya, Setelah turun dari Bis kemudian keluarga wartawan yang hendak melanjutkan perjalanan pulang kedaerah Surabaya Utara, Lalu memesan Mobil Taxi Online, Namun beberapa kali dilakukan pemesanan dengan akun yang berbeda selalu gagal, ternyata menurut informasi yang diperoleh ada peraturan jika taxi online tidak diperbolehkan mengambil penumpang dari dalam terminal.

Maka dengan rasa kecewa apalagi dengan banyaknya barang-barang bawaan yang sudah dikemas, Lalu keluarga wartawan media ini pun terpaksa berjalan kaki, dengan membopong sejumlah barang yang berat, jarak berjalan kaki menuju luar area terminal yakni tempat pintu masuk Bis, (Depan Gudang Garam) Jarak berjalan kaki dirasakan jauh.

Lebih lanjut, Saat sampainya di jalan raya diluar wilayah terminal, kembali saat akan memesan taxi online, Lalu datang seorang pria (Preman) yang tak dikenal, menyampaikan kepada wartawan media ini jika taxi online tidak boleh ambil penumpang dijalan tersebut meski sudah diluar area terminal.

“Tidak boleh taxi online naikan penumpang disini harus jalan kesana, ada aturannya,” ujar seorang preman tersebut sambil munujuk lokasi yang lumayan jauh apalagi dengan barang bawaan yang banyak, Senin malam (24/4).

Berikutnya, Wartawan media ini pun menanyakan kembali kepada preman tersebut, soal disebut-sebut ada aturan dan dilarang pilih angkutan.

“Sejak kapan ada aturan seperti itu, ini kan sudah diluar terminal, didalam terminal tidak boleh taxi online ambil penumpang, sekarang diluar juga anda bilang tidak boleh, Negara ini bisa makin kacau ya anda buat koq bisa ada aturan melarang penumpang pilih angkutan,” jawab wartawan media ini saat itu juga sempat ditawari sopir taxi gelap yang boleh naikan penumpang menawari ongkos sangat mahal sebesar Rp 200 Ribu, Jika melalui aplikasi online hanya tarif sekitar Rp 90 Ribu – Rp 100 Ribu saja.

Terpisah, Wartawan Jejaringpos.com mengomentari kejadian ini serta menyayangkan banyaknya peraturan-peraturan dan preman berkeliaran, sehingga menyesali kurangnya keamanan untuk kenyamanan masyarakat Jawa Timur.

“Saat ini tahun sudah milenium koq bisa masih ada saja permasalahan seperti ini, dalam terminal sudah dilarang masuk mobil taxi online jika ambil penumpang, koq bisanya dijalan raya pun ada saja orang bikin resah, saya menyesali kurangnya keamanan disekitar teminal, apakah seperti hal ini aparat belum mengetahui, Kalau bisa harapan saya aparat gabungan ada disekitar terminal apalagi area objek vital, dan bukan hanya lakukan patroli,”tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak-pihak yang berwenang, dalam hal ini belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut terkait siapa yang bertanggung jawab.

Red

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button