Kombes Luthfie Sulistiawan dan Wajah Humanis Kepemimpinan Kepolisian Modern

Surabaya, JejaringPos.com – Belakangan ini, saya melihat adanya perubahan pendekatan kepemimpinan di tubuh Polri yang semakin adaptif, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Salah satu sosok yang menurut saya menarik untuk diperhatikan adalah Kapolrestabes Surabaya, Kombes.Pol. Luthfie Sulistiawan,S.I.K.,M.H.,M.Si.
Sebagai akademisi yang cukup lama mengamati dinamika institusi kepolisian, saya menilai bahwa kepemimpinan modern di era saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan aspek komando dan penegakan hukum semata.
Seorang pemimpin kepolisian juga harus mampu membangun empati sosial, komunikasi publik, bahkan humoris serta menghadirkan rasa aman secara psikologis di tengah masyarakat.
Dari berbagai rekam jejak kegiatan sosial dan komunikasi publik yang saya amati, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan menunjukkan pola kepemimpinan yang relatif konsisten dalam membangun citra Polri yang humanis. Ia aktif hadir dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari bantuan kepada masyarakat, kepedulian terhadap kelompok disabilitas, hingga kegiatan pelayanan publik yang dikemas dengan pendekatan persuasif dan komunikatif.
Menariknya, pendekatan tersebut tidak dibangun melalui narasi formal semata, tetapi juga melalui komunikasi publik yang aktif dan adaptif di media sosial. Di era digital saat ini, saya memandang media sosial bukan lagi sekadar sarana publikasi, melainkan ruang membangun kepercayaan (public trust).
Dalam konteks ini, aktivitas komunikasi yang dilakukan Kapolrestabes Surabaya menunjukkan upaya untuk menghadirkan institusi kepolisian yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
Saya juga melihat bahwa pola kepemimpinan seperti ini sejalan dengan arah transformasi Polri yang saat ini menekankan pendekatan presisi, pelayanan publik, dan penguatan legitimasi sosial institusi. Ketika aparat hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai representasi kepedulian sosial, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi akan tumbuh lebih kuat.
Tentu, tidak ada pemimpin yang sempurna. Namun dalam perspektif akademik, penting untuk memberikan apresiasi terhadap praktik-praktik baik yang mampu menjadi contoh positif di lingkungan kepolisian. Budaya apresiasi terhadap kinerja yang baik justru akan memperkuat motivasi internal institusi untuk terus berkembang.
Sebagai warga Surabaya sekaligus akademisi yang menaruh perhatian pada pengembangan institusi kepolisian, saya melihat bahwa figur seperti Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan profesional dapat berjalan beriringan. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, kepemimpinan yang komunikatif, responsif, dan dekat dengan masyarakat akan menjadi salah satu kunci penting bagi masa depan Polri.
“Dan menurut saya, hal-hal baik seperti ini layak untuk diceritakan kepada publik,” tandasnya.Red


