HukumPemerintah

Pengunjung Playtopia Playground Surabaya Korban Perundungan, Orang Tua Tuntut Pengelola Tanggung Jawab

Foto: Margaret Tante (Adik Ayah) korban tampak membelakangi arena bermain

Surabaya, JejaringPos.com – Kekhawatiran Psikis merasa dialami Ricky Anthony, selaku orang tua terhadap anak semata wayangnya M bersusia 6 tahun, baru-baru ini diduga menjadi korban perundungan kejadian pada Sabtu (16/8/2026), oleh pengunjung lainnya sesama anak-anak yang berjumlah diperkirakan diatas 7 anak. Ricky menuntut pertanggungjawaban dari pihak pengelola arena bermain Playtopia yang berada di dalam area Pakuwon City Mall Surabaya.

Ricky selaku warga Surabaya bersama saudaranya Margaret tampak meluapkan kekesalannya, terhadap karyawan bernama Roni saat bertemu disebuah Cafe tepat disebelah arena Playtopia Lantai 3 Mall Pakuwon City.

Orang tua korban bertambah kecewa, usai permintaannya ingin melihat detail Video Closed-Circuit Television (CCTV) lokasi arena bermain anak yang sempat dijanjikan, Namun tidak dikabulkan, bahkan Roni mengatakan sebagian area tidak dapat tertangkap layar kamera.

“Kita ini niat baik-baik loh ya, Kita ini sudah kasih kesempatan dari tadi malam sampai dengan saat ini dan hari ini anda tidak ada konfirmasi apapun ke pihak kita, saya nunggu dari pagi anda menjanjikan tadi malam segera,” emosi Ricky Anthony kepada karyawan playtopia.Salasa (18/8/2026).

“Kebetulan saya disini juga bukan leader, jadi tidak bertanggung jawab untuk keputusan,” ucap Roni yang menjawab pertanyaan konsumen.

Foto: Kiri, Roni karyawan Playtopia saat menyampaikan penjelasan ke pihak orang tua korban, Kanan, Margaret adik dari ayah korban

Ricky meminta agar Roni menelpon atasannya, yang dianggap dapat memberikan keputusan, Roni akhirnya menyebut jika nama seorang Leader yang merupakan atasan setingkat du
drinya yakni bernama Andry.

“Oke siap telpon, Via Zoom, Video Call,” desak Anthony bersama saudarinya yang seorang wanita untuk dapat berbicara dengan pimpinan.

“Saya belum memberi kabar karena kita masih menunggu jawaban dari beliau,” pungkas pihak playtopia.

Pertengkaran kedua pihak tampak mengundang perhatian pihak lain, termasuk pengunjung cafe dan karyawan-karyawan toko disekitarnya.

Ricky berjanji akan membawa keranah hukum, termasuk menggugat ke Pengadilan apabila pihak perusahaan tidak menunjukan itikat baik, Pasalnya arena bermain dengan harga tiket sekitar Rp 170 Ribu per jam tersebut, menurutnya menjadi tanggung jawab pengelola, dengan alasan dikarenakan pendamping tidak dapat masuk sehingga menunggu diluar.

Ia mengaku anak laki semata wayangnya dikhawatirkan mengalami trauma, sehingga diperlukan pemeriksaan oleh Psikolog secara rutin.

Untuk diketahui, Hasil penelusuran sementara, Kantor pusat pengelola atau perusahaan pemilik Playtopia Playground tersebut berada di Jakarta Selatan, tepatnya di Ciputra World Jalan Prof Satrio DKI Jakarta.

Perusahaan yang dibawah naungan bendera PT Giandhi Inti Fantasi, diduga dimiliki oleh seorang bernama Artherius James Giandhi.

Perusahaan bidang jasa hiburan anak-anak tersebut, tercatat memiliki total outlet sebanyak 60 outlet yang tersebar diberbagai propinsi di Indonesia, Seperti di Jabodetabek ada 36 Outlet, Sumatera 11 Outlet, Jawa Timur 7 Outlet, Jawa Tengah 2 Outlet, Jawa Barat 1 Outlet, sert di Kalimantan terdapat 3 Outlet.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak pimpinan perusahaan Playtopia belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.Red

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button